Kamis, 25 Maret 2010

Perkembangan Janin Menurut Al Qur'an



PERKEMBANGAN JANIN MENURUT AL QUR’AN

BUKANKAH KAMI CIPTAKAN KAMU DARI CAIRAN HINA YANG KAMI TEMPATKAN DALAM WADAH YANG AMAN SAMPAI WAKTU YANG DITENTUKAN. LALU KAMI TENTUKAN (BENTUKNYA), MAKA KAMILAH SEBAIK-BAIK YANG MENENTUKAN ( AL MURSALLAT 77 : 20-23 ).

DAN SESUNGGUHNYA KAMI CIPTAKAN MANUSIA DARI SARIPATI TANAH BASAH, KEMUDIAN KAMI JADIKAN NUTFAH (SETETES MANI) DALAM WADAH YANG AMAN, KEMUDIAN KAMI JADIKAN NUTFAH ITU SEGUMPAL DARAH, LALU SEGUMPAL DARAH ITU KAMI JADIKAN SEGUMPAL DAGING, LALU SEGUMPAL DAGING ITU KAMI JADIKAN TULANG BELULANG, LALU TULANG BELULANG ITU KAMI BUNGKUS DENGAN DAGING, KEMUDIAN KAMI KELUARKAN DIA SEBAGAI MAKHLUK YANG (BERBENTUK) LAIN. MAHA SUCI ALLAH PENCIPTA YANG TERBAIK (AL MU’MINUUN 23 : 12 – 14).

SETELAH AKU SEMPURNAKAN BENTUKNYA DAN AKU TIUPKAN RUH-KU KEPADANYA … (AL HIJR 15 : 29, AS SHAAD 38 : 72).

SESUNGGUHNYA TELAH KAMI TAWARKAN AMANAH AGAMA KEPADA LANGIT BUMI DAN GUNUNG-GUNUNG, AKAN TETAPI MEREKA SEMUA ENGGAN MEMIKULNYA, KARENA TAKUT MENGHIANATINYA, NAMUN MANUSIA BERSEDIA MEMIKULNYA, IA SUNGGUH ZALIM DAN BODOH SEKALI (AL AHZAB 33 : 72).

HAI MANUSIA JIKA KAMU RAGU-RAGU TENTANG HARI KEBANGKITAN, MAKA SESUNGGUHNYA KAMI CIPTAKAN KAMU DARI TANAH, KEMUDIAN DARI SETETES MANI, KEMUDIAN DARI SEGUMPAL DARAH, KEMUDIAN DARI SEGUMPAL DAGING YANG SEMPURNA KEJADIANNYA DAN TIDAK SEMPURNA KEJADIANNYA, AGAR KAMI DAPAT MENJELASKAN KEPADAMU DAN KAMI TEMPATKAN YANG KAMI KEHENDAKI DI DALAM RAHIM UNTUK SUATU MASA TERTENTU (AJALUM MUSAMMAN) DAN KEMUDIAN KAMI KELUARKAN KAMU SEBAGAI BAYI, DAN KAMU MENJADI DEWASA DAN DIANTARA KAMU ADA YANG DIWAFATKAN DAN DIANTARA KAMU ADA YANG DIKEMBALIKAN KE TINGKAT HIDUP YANG PALING RENDAH, SEHINGGA IA TIDAK MENGETAHUI APA-APA SETELAH TADINYA BERPENGETAHUAN …

(AL HAJJ 22 : 5).

DAN BAGI SETIAP UMAT ADA SUATU MASA. MAKA BILA TIBA MASANYA, TIDAK BISA MEREKA MENUNDANYA SESAATPUN, DAN TIDAK BISA PULA MEREKA MEMAJUKANNYA.

(AL A’RAAF 7 : 34).

KEMUDIAN SESUDAH ITU SESUNGGUHNYA KAMU SEKALIAN BENAR-BENAR AKAN MATI, KEMUDIAN SESUNGGUHNYA KAMU SEKALIAN AKAN DIBANGKITKAN KEMBALI DI HARI KEBANGKITAN.

(AL MU’MINUUN 23 : 15 – 16).

KEMUDIAN MEREKA DIKEMBALIKAN KEPADA ALLAH, TUHAN MEREKA YANG SEBENARNYA. SESUNGGUHNYA SEGALA HUKUM KEPUNYAAN-NYA. DAN DIALAH PEMBUAT PERHITUNGAN YANG PALING CEPAT.

(AL AN’AAM 6 : 62).

Bila kita perhatikan secara keseluruhan, maka setiap manusia seutuhnya akan memiliki jasmani, ruhani dan nafsu. Pada orang mati hanya ada jasmaninya saja. Dalam keadaan koma, pingsan atau tidur hanya ada jasmani dan rohaninya. Dalam keadaan sadar dia akan merasa sebagai manusia seutuhnya, ada jasmaninya, ruhaninya dan ada nafsunya.

Masalah Ruh memang sulit untuk dipahami oleh kita semua, walaupun kita semua bisa meyakini bahwa Ruh itu ada. Kita semua sadar bahwa Ruh itu bukan sesuatu benda yang keluar dari tubuh atau masuk kedalamnya. Ruh bukan sesuatu jasad yang keluar dari jasad yang lain. Agaknya walaupun Ruh bersifat sebagai operator yang bekerja khusus pada suatu jasad saja, namun Ruh itu tidak mempunyai ketergantungan pada jasad tersebut.

Bila jasadnya rusak, maka Ruh akan keluar meninggalkan jasad bersama nafsunya, yang disebut proses kematian. Proses kematian dan pemusnahan hanya diderita oleh jasad. Ruh tidak terkena proses degenerasi dan proses pemusnahan. Ruh tidak mengenal kematian, karena penegertian RUH-KU adalah essensi dari Dzat yang imanen dalam diri kita (Surat Al HIJR 15 : 29 dan AS SHAAD 38 : 72).

Setelah jasad musnah, kemana Ruh akan pergi ??? Apakah Ruh akan kembali ke cahaya asalnya ??? Kembali ke cahaya asal disebut SWARGA, Swar adalah Cahaya dan Ga adalah kembali. Apakah Ruh juga akan dibangkitkan kembali, ber- reinkarnasi ???



[ Kembali ]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar